Judul/Title : Ai
Chapter : 1 / ?
Chapter : 1 / ?
Genre : Romance / Angst
Pairing : Tegomassu
Disclaimer : Tegomassu bukan milikku. mereka adalah milik diri mereka sendiri.. XDD
Jam di diding kayu itu berdentang sepuluh kali, meskipun sudah kelihatan tua, suaranya masih kuat hingga terdengar di seluruh penjuru bangunan tersebut. Tak lama........ terdengar suara tertawa dan teriakan dari bocah-bocah kecil yang berlarian keluar dari rungan kelas masing-masing. Tak satupun dari mereka yang ingin berlama-lama di dalam ruangan kelas. Ini hari yang cerah, langit biru diangkasa dan hembusan angin sepoi-sepoi membuat udara tak terlalu panas. Ayunan, perosotan, jungkat jungkit bahkan bak pasir telah menanti di halaman, siap untuk dimainkan. ini adalah waktunya untuk bermain!!!!
"Hika!!.. Hika.. ayo cepat!!!"
Seorang bocah terlihat berlari disepanjang koridor sambil menyeret seorang bocah lainnya. Sama seperti yang lain, keduanya memakai seragam berwarna biru dengan sepatu putih yang membungkus kaki mungil mereka. Tidak hanya mengenakan seragam yang sama, kedua bocah ini pun memiliki potongan rambut serta wajah yang mirip.
"Chotto matte... yuki, larimu terlalu cepat." Hikaru yang memang paling malas kalau di duruh berlari ogah-ogahan mengikuti langkah kaki saudara kembarnya.
"Tapi, Bu guru sudah menunggu digerbang, " balas yuki sambil menambah kecepatan berlarinya, tidak memperdulikan Hikaru yang harus susah payah menyamakan langkah. Hari ini adalah hari spesial! hari ini mereka berdua akan tampil di TV untuk mengikuti lomba menyanyi, jadi sudah seharusnya mereka datang tepat waktu dan tidak terlambat.
Wajah Hikaru sudah dipenuhi keringat ketika keduanya sampai di pintu gerbang, berbeda dengan Yuki yang masih terlihat segar. Meski keduanya memiliki muka yang sama *ga ada hubungannya >w<* dan suka olah raga, tapi harus diakui stamina yuki lebih baik daripada hikaru. Selain perbedaan kemampuan dibidang olah raga dan warna vokal ketika menyanyi, baik Hikaru maupun Yuki tidak memiliki perbedaan lain. Jika diam ataupun tersenyum keduanya bagaikan pinang dibelah dua, sulit untuk dibedakan.
"Yuki, kau mengajak Hikaru berlari dari ruang kelas sampai kesini?" tegur seorang perempuan, "bukankah sudah ibu guru bilang, kita masih punya banyak waktu. Kasihan Hikaru,kan."
" Tapi, nanti kalau tidak cepat-cepat bu guru jadi lama menunggu."
" Ibu, duluan ke gerbang untuk memastikan apakah mobilnya sudah siap atau belum. Tas ibu saja masih tertinggal dikelas. kalian tunggu disini sebentar,ya. Jangan kemana-mana."
"Baik, bu. " keduanya menjawab patuh.
"Sudah dibilang tidak usah lari." ucap Hikaru sambil memukul Yuki dengan topi yang dikenakannya. Dia benar-benar kesal. Lari adalah olah raga yang paling melelahkan bagi Hikaru.
Yuki hanya tertawa memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. Sama sekali tidak berniat untuk membalas pukulan topi hikaru. Untuk apa dibalas, toh pukulannnya sama sekali tak sakit.
Meskipun sering kesal dengan kelakuan saudara kembarnya, namun tak sekalipun Hikaru benar-benar marah kepada Yuki. Siapa yang tega untuk marah-marah ketika yang dihadapi memiliki wajah yang sama, rasanya seperti memarahi diri sendiri menurut pendapat Hikaru.
"Yuki, Hikaru... waktunya untuk pergi." ajak bu guru yang sudah muncul kembali sambil membawa tasnya.
"YATTA!!!!" teriak Yuki. Akhirnya mereka berangkat juga. "TV... TV... kita akan muncul di TV." Senandung yuki sambil, lagi-lagi, menyeret Hikaru untuk masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ke stasiun televisi tempat perlombaan menyanyi akan dilakukan.
Bu guru Haruna memperhatikan kedua muridnya tersebut. meski belum berusia enam tahun tapi keduanya terlihat lebih besar daripada usia sebenarnya. Mungkin akibat dibesarkan oleh orangtua tunggal.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Bu guru Haruna sambil memperhatikan Hikaru dan Yuki yang sudah duduk manis di kursi belakang, melalui kaca spion.
"HAI!!!" jawab Yuki dan Hikaru bersemangat!!!
======== ~.~ ========
bersambung...
> ~ <


waaaaaaaaaaaaa.. nak bikin ff XD
BalasHapusnanti pas ol di hp mama baca dah ><
wkowkowkowkow.. <3
aih...
BalasHapusjangan di baca, ma!!
ane jadi malu...
*sembunyi dibelakang massu*
XDDD